Selasa, 30 Oktober 2018

Dinamissasi dan Modernisasi Pesantren


Dinamissasi dan Modernisasi Pesantren

Di tengah-tengah situasi reformasi dan globalisasi yang menghendaki dilakukannya penataan ulang terhadap berbagai masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan dan sebagainya, sangat dibutuhkan adanya pemikiran-pemikiran kreatif, inovatif dan solutif. K.H.Abdurrahman Wahid yang lebih akrab dipanggil gusdur termasuk tokoh yang banyak memiliki gagasan kreatif, inovatif dan solutif tersebut.  Ia berjuang melalui politik praksis sambil melakukan perlawanan terhadap kebodohan politik itu sendiridengan intelektualismenya
Gus Dur mengungkapkan, bahwa pesantren sudah mengajarkan nilai-nilai agar menjunjung tinggi kemajuan, peka terhadap situasi sosial, namun sebagian orang di luar pesantren berpandangan bahwa pesantren itu kolot, eksklusif, anti perubahan, dan kejumudan. Stigma kekolotan tersebut dibantah Gus Dur dengan menggemborkan dalil prinsip dalam NU, yang berbunyi Almukhafadzlotu ala qodiimi ash-sholih wa akhdzu bi jadiidi al-ashlahu (menjaga trradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik). Dalil tersebut yang menjadi slogan “utama” dalam memajukan pesantren agar inklusif dan terbuka terhadap kemajuan zaman.
Pemikian Gus dur yang tersohor yang dalam peibahasa di kenal Life Long Learning ( Belajar sepanjang hidup) yang tedapat di dalamnya lima harkat pemikirran Gus dur atau lima traktat pemikiran Gus Dur, yaitu :

1)      Dinamisasi dan modernisasi pesantren (1973) yang mengusung ide pendekatan ilmiah  model Marxian terhadap situasi politik Indonesia
2)      Pengenalan Islam sebagai sistem kemasyarakatan (1978) yang berisi semangat mengembangkan Islam klasik serta bagaimana syariah diimplimentasikan dalam menghadapi masalah-masalah mutakhir
3)      Islam dan militerisme dalam lintasan sejarah (1980) yang berisi ide perlawanan kultural model Marxian terhadap kekerasan (violence)
4)      Konsep kenegaraan dalam Islam (1983) yang berisi ide sekularistik dan integralistik pemikiran Gus Dur tentang hubungan antara agama dan negara
5)      Pribumisasi Islam (1983) yang berisi pendekatan humanisme dalam politik dan keagamaan.
Pada kesempatan kali ini penulis hanya sedikit mengulas poin yang petama dari beberapa sumber buku Gus Dur menunjukkan sikap optimismenya bahwa pesantren dengan ciri-ciri dasarnya mempunyai potensi yang luas untuk melakukan pemberdayaan masyarakat, terutama pada kaum tertindas dan terpinggirkan. Bahkan dengan kemampuan fleksibelitasnya, pesantren dapat mengambil peran secara signifikan, bukan saja dalam wacana keagamaan, tetapi juga dalam setting sosial budaya, bahkan politik dan ideologi Negara, sekalipun.
 Sebagai seorang ilmuwan yang jenius dan cerdas, ia juga melihat bahwa untuk memperdayakan umat Islam, harus dilakukan dengan cara memperbarui pesantren. Atas dasar ini ia dapat dimasukkan sebagai tokoh pembaru pendidikan Islam
     Selanjutnya Gus Dur menjelaskan bahwa dalam melakukan modernisasi dan dinamisasi pesantren perlu adanya langkah-langkah sebagai berikut.
1.       Perlu adanya perbaikan keadaan di pesantren yang didasarkan pada proses regenerasi kepemimpinan yang sehat dan kuat.
2.       Perlu adanya kurikulum yang melandasi terjadinya proses dinamisasi tersebut. Kurikulum yang dimaksud meliputi rekonstruksi bahan-bahan pelajaran ilmu-ilmu agama dalam skala besar-besaran.
          Sesuai dengan tujuan pendidikan pesantren sebagaiman tersebut di atas, Gus Dur juga berbicara tentang kurikulum pendidikan pesantren. Menurutnya kurikulum yang berkembang di dunia pesantren selama ini dapat dikategorikan menjadi dua hal.
a.        Struktur dasar kurikulumnya adalah pengajaran pengetahuan agama dalam segenap tingkatan dan pemberian bimbingan kepada para santri secara pribadi yang dilakukan oleh guru atau kiai.
b.      Secara keseluruhan kurikulum yang ada di pesantren bersifat fleksibel, yaitu dalam setiap kesempatan para santri memiliki kesempatan untuk menyusun kurikulumnya sendiri, baik secara seluruhnya maupun  sebagian saja.
     Selanjutnya Gus Dur juga menginginkan agar kurikulum pesantren memiliki keterkaitan   dengan kebutuhan lapangan kerja, Untuk kalangan dunia kerja, baik dalam jasa maupun dalam bidang perdagangan dan keahlian di era Globalisasi  seperti sekarang ini demikian cepat dan beragam
     Dengan ini semua di harapkan orang-orang pesantren bisa lebih beradaptasi dan berfikir secara progresip sesuai dengan zaman yang ada karna ada adagium bellum omnium contra omnes yang mendalilkan bahwa kekuasaan hanya dapat dilawan dengan kekuasaan. Di harapkan ketika orang pesantren berkuasa maka proses islamisasipun akan terjaga dan berjalan sesuai yang di harapkan.



.
Daftar Rujukan

        Masdar Umaruddin, Membaca Pikiran Gus
        Nata, Abuddin.Tokoh-tokoh Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia,Jakarta:PT.Raja  Grafindo Persada.2005


Konsep Pendiddikan Menurut Fazlur Rahman


Konsep Pendiddikan  Menurut
 Fazlur Rahman

Fazlur Rahman adalah seorang intelektual yang tinggi, ia banyak memberikan warisan yang bermanfaat bagi manusia dari zaman ke zaman. Ia juga meninggalkan sejarah kehidupan pribadinya yang dapat menjadi suatu dokumen penting bagi kita.
Istilah education[1] dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa latin educere berarti memasukkan sesuatu atau memasukkan ilmu ke dalam kepala seseorang. Dari pengertian istilah ini ada tiga hal yang terlibat ; Yaitu ilmu, proses memasukkan dan kepala orang, kalaulah ilmu itu bisa masuk di kepala.
Dalam bahasa arab[2] ada beberapa istilah yang biasa dipergunakan dalam pengertian pendidikan, yaitu ta’lim dan tarbiyah Namun menurut beberapa ahli pendidikan, terdapat perbedaan antara kedua istilah itu. Ta’lim hanya berarti pengajaran, jadi lebih sempit dari pendidikan. Sedangkan kata tarbiyah yang lebih sering dipergunakan di negara-negara berbahasa Arab terlalu luas. Sebab kata tarbiyah juga digunakan untuk binatang, tumbuh-tumbuhan dengan pengertian memelihara atau membela atau menternak. Sementara pendidikan yang diambilm dari istilah education itu hanya untuk manusia saja.
Dalam kamus kontemporer Bahasa Indonesia [3] pendidikan diartikan sebagai proses pengubahcara berfikir atau tingkah laku dengan cara pengajaran, penyuluhan, dan latihan mendidik.
Dewasa ini pendidikan Islam sedang di hadapkan dengan tantangan yang jauh lebih berat dari masa permulaan penyebaran islam. Tantangan tersebut berupa timbulnya aspirasi dan idealisme[4] umat  manusia yang serba berdimensi nilai ganda dengan  tuntutan hidup yang multi  komplek pula ditambah lagi dengan beban psikologis[5] umat islam dalam menghadapi barat merupakan bekas saingan jika di jadikan musuh sepanjang sejarah . Kesulitan ini semakin menjadi akut karena faktor psikologis yang lain yang timbul sebagai komplek pihak yang kalah , berbeda dengan kedudakan umat islam klasik  pada waktu itu umat islam adalah pihak yang menang dan berkuas.
Hal tersebut telah menyuburkan tumbuhnya golongan -golongan penekan .Golongan-golongan ini dengan cepat meraih kekuasaan dari  orang -orang yang pikiranya lebih cenderung kepada agama akibatnya munculah suatu ketergantungan dan pertentangan antara golongan sekular[6] dengan golongan agama Pertentangan ini telah menampakan diri secara terang-terangan dibeberapa negara seperti Turki,Mesir,Pakistan dan Indonesia.
            Fenomena pada ahirnya mengakibatkan pendidikan islam tidak diarahkan kepada tujuan yang fositip Tujuan pendidikan islam cenderung berorientasi kepada kehidupan akhirat semata dan bersifat definitif[7]. Ketika memasuki abad ke-18 terjadilah desakan yang begitu hebat oleh penetrasi Barat terhadap dunia Islam, yang membuat umat Islam membuka mata dan menyadari betapa mundurnya umat Islam itu jika dihadapkan dengan kemajuan Barat. Untuk mengobati kemunduran umat Islam tersebut, maka pada abad ke-20 mulailah diadakan usaha-usaha pembaharuan dalam segala bidang kehidupan manusia termasuk dalam bidang pendidikan.
            Manurut Fazlur Rahman, meskipun telah dilakukan usaha-usaha pembaharuan Pendidikan Islam, namun dunia pendidikan Islam masih saja dihadapkan pada beberapa problema Tujuan pendidikan Islam yang ada sekarang ini tidaklah benar-benar diarahkan pada tujuan yang positif. Tujuan pendidikan Islam hanya diorientasikan kepada kehidupan akherat semata dan cenderung bersifat defensif, yaitu untuk menyelamatkan umat Islam dan pencemaran dan pengrusakan yang ditimbulkan oleh dampak gagasan Barat yang datang melalui berbagai disiplin ilmu, terutama gagasan-gagasan yang mengancam standar-standar moralitas tradisional[8] Islam.
            Pada dasarnya ada tiga pendekatan pembaharuan pendidikan yang dilakukan pada waktu itu, yaitu pengislaman pendidikan sekuler modern, menyederhanakan silabus-silabus tradisional dan menggabungkan cabang-cabang ilmu pengetahuan lama dengan cabang-cabang ilmu pengetahuan modern
Dua pertemuan sistem edukasi, pendidikan tradisional Islam di Pakistan dan pendidikan modern di Barat, telah menghantarkan Fazlur Rahman menjadi seorang pemikir dan intelektual Muslim modern yang cukup produktif. Hal ini disebabkan, karena pertemuan dua sistem pendidikan itu merupakan latar belakang edukatif yang kondusif  dalam menyokong ide-ide dan pemikiran Fazlur Rahman.
 Pendidikan Islam menurut Fazlur Rahman :

1.      Tujuan pendidikan
Tujuan adalah suasana ideal yang ingin diwujudkan. Pendidikan Islam bertujuan pada terbentuknya kepribadian muslim, kematangan dan integritas[9] pribadi. Menurut Fazlur Rahman, untuk melakuakan perbahan maka yang harus dilakukan adalah; Pertama, pendidikan islam harus di orientasiakan kepada kehidupan dunia dan akhirat sekaligus bersumber dari al-Qur’an. Fazlur Rahman mengatakan bahwa tujuan pendidikan dalam pandangan al-Qur’an adalah untuk mengembangkan kemampuan inti manusia dengan cara sedemikian rupa sehingga seluruh ilmu pengetahuan yang di perolehnya akan menyatu dengan kepribadian kreatifnya. Kedua, beban psikologis umat Islam dalam menghadapi barat harus segera dihilangkan. Untuk itu Fazlur Rahman mengajukan agar dilakukan kajian Isalam menyeluruh secara historis  dan sistematis mengenai perkembangan  disiplin-disiplin ilmu Islam, seperti teologi, hukum, etika, hadis, ilmu sosial dan cabang keilmuan lainnya. Sebab, hal inilah yang memberi kontinuitas kepada wujud intelektualitas dan spiritual masyarakat
.
2.      Sistem pendidikan
Sistem pendidikan Islam yang dikotomis[10], yakni memisahkan antara ilmu-ilmu agama dengan umum sangat tidak menguntungkan, bahkan berakibat pada kemunduran Islam. Maka, menurut Fazlur Rahman, solusi untuk keluar dari kemelut sistem pendidikan Islam yang dikotomi adalah menghilangkan dikotomi pendidikan Islam dengan cara mengintergrasikan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu secara organis[11] dan menyeluruh, sebab pada dasarnya ilmu pengetahuan itu terintegrasi dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Dengan demikian, dalam kurikulum maupun silabus pendidikan Islam harus tercangkup baik ilmu-ilmu umum seperti ilmu sosial, ilmu alam, sejarah dan lainnya yang di dalamnya terdapat ilmu agama.
Daftar Pustaka
Rahman,Fazrul  Islam, Pustaka, Bandung, Cet,III 1997
Rahman,Fazrul, Islam dan Modernitas, Pustaka, Bandung,1985
Ramadhan,Syahrul,Kamus Ilmiah Populer,Khazanah Media Ilmu,Surabaya,2010








[1]  Langgulung, 1992 : 4
[2]  Langgulung, 1992 : 4-5
[3]  Peter dan Penny, 1991 : 353
[4]  Aliran dalm Filsafat yang  menganggap Fikiran adalah satu-satunya yang bisa di camkan dan di pahami
[5]  Berkenaan dengan kejiwaan (kbbi)
[6]  Bersifat duniwai atau kebendaan
[7]  Sudah Pasti ( Bikan untuk sememntara)
[8]  Sikap dan Fikiran yang selalu berpegang  teguh pada norma dan adat kebiasaan yang  ada secara turun-   temurun.
[9]  Sikap dan keadaan yang menunjukan kesatuan yang utuh sehingga mempunyai potensi.
[10]  Pembagian dua kelompok yang saling bertentangan.
[11]  Berkenaan dengan Organ.

AL-GHAJALI DENGAN TEORI MA’RIFAHNY



AL-GHAJALI
DENGAN TEORI MARIFAHNYA

Abu hamid muhamad al-ghajali itu nama lengkapnya yang sering di panggil al-ghajali ia merupakan termasuk sosok seribu satu ulama salaf pemikir terbesar islam yang juluki sebagai Hujjatul islam( bukti kebenaran islam) bertanggal lahir 1059 M di Ghajelah dekat Tus di khurasan. Beliau ini mungkin orang-orang aktif dalam berbagai bidang keagamaan terutama dalam hal pemikiran teologi agama. Hal ini di picu sebagian besar oleh saat  masa mudanya belajar di nisyapur dan khurasan di bawah pimpinan al-Haramain al-juwaini. Di sinilah beliau mendapat pengajaran ekstra dari guru-gurunya di antaranya mendapat pengajaran teologi islam, logika, falasafah, sufisme dan ilmu-ilmu alam.
Pemikiran al-ghajali menurut berbagai litratur yang urgen ialah Teori ma’rifahnya.al-ghajali dalam hal ini membagi alam menjadi dua yaitu alam syahadah (alam empiris) dan alam ghaib (alam malakut). Manusia merupakan mahluk yang menempati kedua alam ini dan manusia ini bisa mengetahui kedua alam tersebut dengan dua jenis ma’rifah yang berberda. Manusia ini bisa mendapatkan pengetahuan tentang alam syahadah melalui daya-daya jasmani seperti panca indra, khayalan, berfikir dan sebaginya. Objek ma’rifat dari alam ini terdiri dari objek pemikiran (ma’qulat) objek pengindraan (mahsusat) dan hal-hal yang di terima (maqbulat).imam al-ghajali mengakui dua objek ma’rifat yang bisa mengantar kepada ma’rifat yaitu maqulat dan mahsusat,karna segala perubahan itu terjadi dengan sendirinya.namun ma’rifah tidak melampaui alam-alam yang tersebut.
Keaktifan beliau dalam pemikiranya tidak terlepas dari pengalamanya dulu menjadi guru di madrasah al-nizamiah bagdad. Dengan ini al-ghajali terus berusaha menuntaskan risau dalam fikiranya termasuk terkait teori ma’rifahnya,manusia mengetahui alam ghaib (malakut) bisa dengan kontemplasi tafakur ya’ni ‘’ Jiwa mengambil faidah dari jiwa semesta’’ kemudian ma’rifat hakiki bisa di peroleh hati melalui emanasi dalam hal ini mengumpamakan hati dan Luh Mahfudz dengan cermin karna keduanya terdapat citra keduanya ada. Jika tidak tercermin seperti di Luh mahfudz berarti ia terhijab dari alam ghaib.ilmu itu banyak macamnya akan tetaoi ilmu yang dapat memberikan keyakinan Cuma ada dua di antaranya ilmu muamalah(ibadah) dan ilmu mukasyafah (rasa batin). Selanjutnya al-ghajali menegaskan bahwa hati manusia itu mempunyai dua pintu ya’ni yang di buka ke alam malakut dalam artian Luh nahfudz dan alam malakut,kedua yang di buka panca indra terikait dengan alam empiris alam ini juga memantul alam malakut dalam kadar tertentu.
Imam al-ghajali terkait pemikiranya tidak terlepas dari teori Plato yang juga di jadikan al-ghajali sebagai dasar konsepsinya dalam ma’rifat.
Ada empat tingkat alam ini ;
pertama, wujud di Luh mahfudz kedua, wujudnya yang hakiki ketiga, wujudnya yang hakiki dan khayali keempat wujud yang khayali dan hakiki ya’ni citranya dalam hati. Wujud alam Luh mahfudz hanya bisa di ketahui oleh para nabi dan wujud yang lainya bisa di ketahui oleh para ulama dan hukama, Jadi ma’rifat yang paling tinggi tingkat dan derajatnya adalah ma’rifat yang di peroleh dengan dzauq pengalaman batin,ya’ni ma’rifat mistik karna dapat memberi keyakinan yang membawa kepada ketenangan dan kesejahteraan batin.
Dengan memahami apa yang di kemukakan imam al-ghajali kita semua bisa menjadi mahluk yang mulia di sisi allah kemudia besar harapan semoga kedepan terlahir al-ghojali-al-ghojali baru yang bisa memeberi penerangan dan ketenangan dalam hidup beragama.





AL-GHAJALI



AL-GHAJALI

Abu hamid muhamad al-ghajali itu nama lengkapnya yang sering di panggil al-ghajali ia merupakan termasuk sosok seribu satu ulama salaf pemikir terbesar islam yang juluki sebagai Hujjatul islam( bukti kebenaran islam) bertanggal lahir 1059 M di Ghajelah dekat Tus di khurasan. Beliau ini mungkin orang-orang aktif dalam berbagai bidang keagamaan terutama dalam hal pemikiran teologi agama. Hal ini di picu sebagian besar oleh saat  masa mudanya belajar di nisyapur dan khurasan di bawah pimpinan al-Haramain al-juwaini. Di sinilah beliau mendapat pengajaran ekstra dari guru-gurunya di antaranya mendapat pengajaran teologi islam, logika, falasafah, sufisme dan ilmu-ilmu alam.
Pemikiran al-ghajali menurut berbagai litratur yang urgen ialah Teori ma’rifahnya.al-ghajali dalam hal ini membagi alam menjadi dua yaitu alam syahadah (alam empiris) dan alam ghaib (alam malakut). Manusia merupakan mahluk yang menempati kedua alam ini dan manusia ini bisa mengetahui kedua alam tersebut dengan dua jenis ma’rifah yang berberda. Manusia ini bisa mendapatkan pengetahuan tentang alam syahadah melalui daya-daya jasmani seperti panca indra, khayalan, berfikir dan sebaginya. Objek ma’rifat dari alam ini terdiri dari objek pemikiran (ma’qulat) objek pengindraan (mahsusat) dan hal-hal yang di terima (maqbulat).imam al-ghajali mengakui dua objek ma’rifat yang bisa mengantar kepada ma’rifat yaitu maqulat dan mahsusat,karna segala perubahan itu terjadi dengan sendirinya.namun ma’rifah tidak melampaui alam-alam yang tersebut.
Keaktifan beliau dalam pemikiranya tidak terlepas dari pengalamanya dulu menjadi guru di madrasah al-nizamiah bagdad. Dengan ini al-ghajali terus berusaha menuntaskan risau dalam fikiranya termasuk terkait teori ma’rifahnya,manusia mengetahui alam ghaib (malakut) bisa dengan kontemplasi tafakur ya’ni ‘’ Jiwa mengambil faidah dari jiwa semesta’’ kemudian ma’rifat hakiki bisa di peroleh hati melalui emanasi dalam hal ini mengumpamakan hati dan Luh Mahfudz dengan cermin karna keduanya terdapat citra keduanya ada. Jika tidak tercermin seperti di Luh mahfudz berarti ia terhijab dari alam ghaib.ilmu itu banyak macamnya akan tetaoi ilmu yang dapat memberikan keyakinan Cuma ada dua di antaranya ilmu muamalah(ibadah) dan ilmu mukasyafah (rasa batin). Selanjutnya al-ghajali menegaskan bahwa hati manusia itu mempunyai dua pintu ya’ni yang di buka ke alam malakut dalam artian Luh nahfudz dan alam malakut,kedua yang di buka panca indra terikait dengan alam empiris alam ini juga memantul alam malakut dalam kadar tertentu.
Imam al-ghajali terkait pemikiranya tidak terlepas dari teori Plato yang juga di jadikan al-ghajali sebagai dasar konsepsinya dalam ma’rifat.
Ada empat tingkat alam ini ;
pertama, wujud di Luh mahfudz kedua, wujudnya yang hakiki ketiga, wujudnya yang hakiki dan khayali keempat wujud yang khayali dan hakiki ya’ni citranya dalam hati. Wujud alam Luh mahfudz hanya bisa di ketahui oleh para nabi dan wujud yang lainya bisa di ketahui oleh para ulama dan hukama, Jadi ma’rifat yang paling tinggi tingkat dan derajatnya adalah ma’rifat yang di peroleh dengan dzauq pengalaman batin,ya’ni ma’rifat mistik karna dapat memberi keyakinan yang membawa kepada ketenangan dan kesejahteraan batin.
Dengan memahami apa yang di kemukakan imam al-ghajali kita semua bisa menjadi mahluk yang mulia di sisi allah kemudia besar harapan semoga kedepan terlahir al-ghojali-al-ghojali baru yang bisa memeberi penerangan dan ketenangan dalam hidup beragama.








KEMPULAN AYAT TERJEMAH TENTANG KEDUNIAWIAN




KEMPULAN AYAT TERJEMAH TENTANG KEDUNIAWIAN

ALI IMRON 3 : 196
Jangan sekali - kali kamu terpedaya oleh kegiatan - kegiatan orang - orang (yang ber gerak )di seluruh negri.

ALI IMRON 3 : 200
Wahai orang - orang yang beriman !
bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negri) dan bertaqwalah kepadaallah agar kamu beruntung.

AL AN'AM 6 : 116
Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini,niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan allah,yang mereka ikuti hanya persaingan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.

AN NAHL 16 : 96
Apa yang ada di sisimu akan lenyam dan
apa yang ada di sisi allah adalah kekal.Dan
kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

AL AHZAB 33 : 42
dan bertasbihlah kepadaNya pada waktu pagi dan petang.

AL ISRA 17 : 7
jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri,dan
jika kamu berbuat jahat maka (kerugian kejahatan)itu untuk dirimu sendiri...

AL KAHF 18 : 73
...janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku dan
janganlah engkau membebani aku dengan esuatu kesulitan dalam urusanku.

AL AHZAB 33 : 35
sungguh ,
laki - laki dan perempuan muslim
laki - laki dan perempuan mukmin
laki - laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatanNYa
laki - laki dan perempuan yang benar
laki - laki dan perempuan yang sabar
laki - laki dan perempuan yang khusu
laki - laki dan perempuan bersedekah
laki - laki dan perempuan berpuasa
laki - laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya
laki - laki dan perempuan yang banyak menyebu (nama) Allah
Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

LUQMAN 31 : 22
dan barang siapa berserah diri kepada allah,sedang dia orang yang berbuat
kebaikan,maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada bukul )tali) yang kokoh.Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.

LUQMAN 31 : 12
... bersyukurlah kepada Allah ! dan
barang siapa bersyukur Kepada allah,maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri,dan
barang siapa tidak bersyukur (kufur),maka sesungguhnya Allah maha kaya,maha terpuji.

LUQMAN 31 : 14
... bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu,Hanya aku kembalimu.

AL QASAS 28 : 84
barang siapa datang dengan (membawa) kebaikan,maka dia akan mendapat (pahala) yang
lebih baik dari pada kebaikan itu, dan
barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan,maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya di beri balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

AL QASAS 28 : 60
dan apa saja ( kekayaan , Jabatan , keturunan ) yang di berikan kepadamu,maka itu adalah Kesenangan hidup duniawi dan perhiasanya,sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal,tidakkah kamu mengerti ?

AN NAML 27 : 69
... berjalanlah kamu di bumi,lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang - orang yang berdosa.

AN NAML 27 : 70
dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka,dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka.

AN NAML 27 : 50
dan mereka membuat tipu daya dan kami pun menyusun tipu daya sedang mereka tidak menyadari.

AL FURQAN 25 : 64
ketahuilah,sesungguhnya milik Allahlah apa yang ada di langit dan di bumi.
Dia mengetahui keadaan kamu sekarang,dan (mengetahui pula) hari (ketika mereka)di kembalikan kepadaNya,lalu di terangkanNya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu.

AN NUR 24 :52
DAN BARANG SIAPA TAAT KEPADA ALLAH DAN RASULNYA,SERTA TAKUT KEPADA ALLAH DAN BER TAQWA KEPADAnYA,MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG TELAH MENDAPAT KEMENANGAN.

AN NUR 24 :21
wahai orang - orang yang beriman !
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.
barang siapa mengikuti langkah- langkah setan,maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan munkar,kalau bukan karena karunia Allah dan Rahmatnya kepadamu...

AL ANBIYA 21 : 35
setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.dan
kamu akan di kembalikan hanya kepada kami.

AL KAHF 18 : 7
sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasanya baginya,untuk kami menguji mereka ,siapakah diantaranya yang terbaik perbuatannya.

AL KAHF 18 : 84
... tiap - tiap orang berbuat menurut kadaanya
(keadaan,disini ialah Tabiat,karakter dan pengaruh alam sekitarnya_ lingkungan) masing - masing.
Maka TuhanMu lebih mengetahui siapa yang lebih mengetahui jalannya.

Filologi ( Hadist DAKA )



HADIST DAKA
W 307
1.      Rresensi  Singkat  Naskah Hadist Daka
Hadis Daka secara singkat bahwa di dalam nya mengandung sebuah Hikayat (Cerita ) yang bisa di buat Tembangan yang di sampaikan oleh Ki Tardi menerangkan pesan wejangan tentang ketauhidan kepada pangeran ( Allah) berasal dari para Ulama kintu ( Masyhur).
            Di dalam nya tak sedikit bahkan  banyak perumpamaan dan amaliah ketauhidan sesuai kehidupan seharri-hari dan lain-lain.namun pada intinya mnuskrip yang berjudul Hadist Daka ini secara global mengandung ilmu iman Tauhid dan Marrifat.

2.      Bentuk Fisik Naskah
-          Asli manuskrip yang ada di PNRI sampul nya Berwarna Coklat kekayuan.
-          Menggunakan Kertas Eropa
-          Kertas Tipis
-          Tulisan Tembus atas dan bawah
-          Wattermax berbentuk Garis Rata-rata Tujuh garis di setiap lembar nya.
-          Wattermax titik=titik tidak ada

3.      Identitas Naskah
-          Nomer Punggung W 307
-          Bahasa Jawa
-          Bertulisan Pegon
-          34 Halaman

4.      Katlogisasi
Dalam Pengkatalogan pencarianya dari koleksi Perpustakaan Nasional ( PNRI ) di Jl.Salemba raya Jakarta Pusat karrna waktu yang terbatas belum bisa menemukan Banyak sumber bacaan yang berkaitan dengan Naskah Hadist Daka ini, Namun saya sempet baca beberapa buku katalog di bawah ini :

-          DIEKTORI NASKAH NUSANTAA ; Analogi Sastra Daerah Indonesia
Penyunting, Edi .S Eka djati, Asep Yusuf SH, Mamat Rahmat
Cet ke I- Jakata Yayasan Obo Indonesia 1999
X+ 592 Hlm : 21 CM

-          KATALOG INDUK NASKAH NUSANTARA
Jilid 4
Peyunting T.E Behrend
-          KATALOG INDUK NASIONAL NUSANTARA
Jilid I
Museum Sonobudoyo Yogyakarta
Penyunting T,E Behrend

-          Dafta Naskah-Naskah Perpustakaan Nasional RI
A,AS,BR,CS,KBG,G,H,LBQ,M,ML,NB,SD,VT,W,ZPG.



5.      Penulisan

Bismilallahirohmanirohim
Tangled funika ki tardi iki anggone tembang
suku daka ceritane owleh ulama kintu
ambeberaken ing ujar fitutur kang luhur.
Kang lees lan dalil Quran lan amini amuji
ana buahe maning lama kang murah ing dunia lan raga ingkang ahirat
kang finuji tanfalat kang akeh ilmune iku
nabi muhamad amfurane kang aweh iku jalur ceritane
saking kitab daka asline den sampe ampuraha
selebihe kang ambaca den weruh tegukun
ceritane leluhur daka lamon anambang amuji
fuji katuring bapa yen katuring feferane
mafan ora ana rrufa lamon ora katuru tamfakane lamfahipun
afu aja amujiya lamon ngayyeakaen fuji
maring allah semata mafan dudu fefada
iki allah kang amubah kang miyang ing kiro
den wioh kawitane nipun kang anembang kang binafad
fujinana kang duweni lan fuju fujine allah kula ora duduwe
lowleh ora kawake miweh fanggonene niro
lawan badane lakuju anging allah kang akaraya
fundi kang arane amuji tegese fuji findo fan takruhan baca atine
kang timbang kula tegese kamuahan
ya urif tegesenipun fan urif urif bafa
lamon urrif ing yang widi kelawan nyawa funika tegese nyawa samangko
kang tumimbang ing kula ing aran kanugrahan tegese nyawa funiko
ya uife menusa fundi tegese nghurrip
wong enom anggawaruhana becik ing terimane
angel jenenge agung saking uif iku kang titifan katelu
Iman tauhid lan marifat.
Tenggang iman lan tauhid kang iman gofeki ngetohaken pangeran
Ajumakud ingkang lae loro kang amine tenane rong tetelu

Allah ingkang tunggal fundi kang aran tauhid
Mafan tunggal baca iya fengleburan ing loo loone
Ing gusti lawan kula yen atunggal kaya apa
Yen beda beda nifun ora tunggal ora apa
Selama owra ngaweruhi tegese tauhid findo
Tunggal lawan kelawan ne mafan kula nana rufa jenenge kula
Sejene jatine owrrang tanfa felantara
Katuring sambad lan fuji lan keturing deweke
Date wajib wujud baca tine ingkang ana iya kang nembe amuji
1.      Alih Aksara
Bismilallahirohmanirohim
Tangled funika ki tardi iki anggone tembang
suku daka ceritane owleh ulama kintu
ambeberaken ing ujar fitutur kang luhur.
Kang lees lan dalil Quran lan amini amuji
ana buahe maning lama kang murah ing dunia lan raga ingkang ahirat
kang finuji tanfalat kang akeh ilmune iku
nabi muhamad amfurane kang aweh iku jalur ceritane
saking kitab daka asline den sampe ampuraha
selebihe kang ambaca den weruh tegukun
ceritane leluhur daka lamon anambang amuji
fuji katuring bapa yen katuring feferane
mafan ora ana rrufa lamon ora katuru tamfakane lamfahipun
afu aja amujiya lamon ngayyeakaen fuji
maring allah semata mafan dudu fefada
iki allah kang amubah kang miyang ing kiro
den wioh kawitane nipun kang anembang kang binafad
fujinana kang duweni lan fuju fujine allah kula ora duduwe

lowleh ora kawake miweh fanggonene niro
lawan badane lakuju anging allah kang akaraya
fundi kang arane amuji tegese fuji findo fan takruhan baca atine
kang timbang kula tegese kamuahan
ya urif tegesenipun fan urif urif bafa
lamon urrif ing yang widi kelawan nyawa funika tegese nyawa samangko
kang tumimbang ing kula ing aran kanugrahan tegese nyawa funiko
ya uife menusa fundi tegese nghurrip
wong enom anggawaruhana becik ing terimane
angel jenenge agung saking uif iku kang titifan katelu
Iman tauhid lan marifat.
Tenggang iman lan tauhid kang iman gofeki ngetohaken pangeran
Ajumakud ingkang lae loro kang amine tenane rong tetelu
Allah ingkang tunggal fundi kang aran tauhid
Mafan tunggal baca iya fengleburan ing loo loone
Ing gusti lawan kula yen atunggal kaya apa
Yen beda beda nifun ora tunggal ora apa
Selama owra ngaweruhi tegese tauhid findo
Tunggal lawan kelawan ne mafan kula nana rufa jenenge kula
Sejene jatine owrrang tanfa felantara
Katuring sambad lan fuji lan keturing deweke
Date wajib wujud baca tine ingkang ana iya kang nembe amuji

Dening kang maha suci kula jeneng naïf
Licerman ferlanifun karohinan
Kalnang langgengf rawi lintang ilang kasrawat
Dening surya wong kang tumeka ing shiolat
Tunggal qosdu tarud tasin iya allah kang luwih ampun
Anggawaruhana ing budi lawan ati kang wening
Tegesde mengko funiko pan arep ngawruhana
Qosdu loro ta’yin fertanan ne lafad allah
Khuruf alif nerangna wiwitan alif funika
Mafan khakekete niyat
Lam alif lauro ahir nerangna niyat kang linggih
Niyat iku tiba nibg hu allah jumeneng dzate
tiba ningf niyat lelakone
Lafadz akkbar iku lebure ning niyat
Jenenge niyatanana fing lemburan ferkaraee
Tatananana kunti kula yen tegese kula ganti
Mafan derteng utami firyen lelamfah kula
Roro dadi satunggal tunggal dadi kekal
Noro naïf kulalawan Bandar
Ing fengawal ing kaula ferang ing sanghiyang widi



2.      Terjemah

Ada yang bertanya ki tardi namanya
Ini tempatnya (kumpulan) nyanyian
Lunggug DAKA Ceritane
Oleh ulama yang terkenal
Yang menerangkan pitutur yang luhur
Di ambil dari al_quran
‘banyak orang yangf memuji
Dari berbagai ulama yang mengajarkan
Dunia dan ahirat
Yang dinamakan alam itu
Yang di bawa nabi muhamad pertolongannya
Itu yang mengwali adanya cerita
Dari daka asalnya
Cerintanya lungguh daka
Menerangkan nyanyian dan pujian
Puji kepada orang tua
Pastinya kepada tuhanya
Berdiri tanpa rupa tak terlihat rupanya dan perbutanya
Jangan memuji allah kalau tidak bisa memuji
Kaya bukan tandinganya allah lebih kaya
Segala puji siapa yang punya
Segala puji hanya milik allah
Saya tidak mempunyai segala puji
Seandainya hidup karna sanghiyang widi dan nyawanya
Sejatinya iyu kosong
Orang muda perlu di ketahui
Sesungguhnya hidup itu mempunyai tiga titipan
Iman tauhid dan marifat
Sesungguhnya iman dan tauhid
Itu mempercayai pangeranya (Tuhan)
Allah itu maha esa itu inti tauhid
Bintang hilang karna sinar surya
Sama dengan orang yang tumbang dalam sholat
Tunggal di sengaja karna keyakinan
Ketahuilah luhurnya budi pekerti
Perhstiksn peranya p[ohon lafadz ALLAH
Keteranganya pohon pada huruf alif
mantep terhadap niat
Hurup lam tidak ada awal dan ahir
Huruf Ha niat itu sangat tinggi karna karana berdiam dalam dzat




3.      Klasifikasi

Hadis Daka secara singkat bahwa di dalam nya mengandung sebuah Hikayat (Cerita ) yang bisa di buat Tembangan yang di sampaikan oleh Ki Tardi menerangkan pesan wejangan tentang ketauhidan kepada pangeran ( Allah) berasal dari para Ulama kintu ( Masyhur).
Di dalam nya tak sedikit bahkan  banyak perumpamaan dan amaliah ketauhidan sesuai kehidupan seharri-hari dan lain-lain.namun pada intinya mnuskrip yang berjudul Hadist Daka ini secara global mengandung ilmu iman Tauhid dan Marrifat
Namun pada kolom klasifikasi ini penulis mengambil hanya beberapa paragraph dari sekian banyak halaman dari manuskrip iniyang berkenaan dengan mana lafadz ALLAH.

‘’Qosdu loro ta’yin feranan ne lafad allah
Khuruf alif nerangna wiwitan alif funika
Mafan khakekete niyat
Lam alif lauro ahir nerangna niyat kang linggih
Niyat iku tiba nibg hu allah jumeneng dzate
tiba ningf niyat lelakone ‘’

Tulisan di atas merupakan alih bahasa asli dari manuskrip kuno tersebut terkait peranan dan konsepsi terhadap lafadz ALLAH. Yang bisa kita ambil inti poinyasebagai berikut
-          Huruf ‘’Alif ‘’ memp[unyai ma’na Mantapnya Niat
-          Huruf ‘’Lam’’ Mempunyai arti allah tidak ada awal dan ahir
-          Huruf ‘’Ha’’ Gabungan dari ma’na alif dan lam yani berdiam dalam Dzaat.
Bisa di ambil kesimpulan dari klasifikasi di atas yang bersumber dari manuskrip yang berjudul Haist Daka secara keseluruhan menerangkan tentang Tauhid salah satunya tentang Pohon mana lafadz ALLAH .

Lafdz Allah  bahwasanya mempunyai arti dari huruf Alif Lam dan Ha’ yaitu memantapkan Niat ( Meyakinkan) bahwasanya allah itu tidak ada awal dan sifat itu sesengguhya ada pada dzatnya.

4.       Kontekstualisasi
Kontekstualisasi peradaban di zaman sekarang di mana ada relasinya dengan lafadz Allah yang mengandung nilai seni dan budaya di hasilkan dari akulturasi budaya maka saya mengambil materi tentang Kubah( Memolo) yang di pasang di atas masjid orang islam melalui kacamata teori Simiontika.

Kata “semiotika” berasal dari bahasa Yunani “semeion” yang berarti “tanda”, atau “seme” yang berarti “penafsiran tanda” (Alex Sobur, 2004:17). Awal mula munculnya semiotika yang berakar pada studi klasik dan skolastik atas seni, logika dan poetika, tanda pada masa itu masih bersifat sesuatu yang menunjukan pada adanya hal yang lain. Contoh: Ada asap menandai adanya api.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia(KBBI) Kubahmempunyai arti lengkung (atap);  atap yg melengkung merupakan setengah bulatan (kupel): -- masjid. Jadi dapat di tarik kesimpulan kubah berarti benda berbentuk lengkung yang berada di atap.
Kubah (Memolo) jika di pandang melalui teori simiontik bahwasanya kubah merupakan syimbol bagi umat islam yang meyakini tuhan yang maha esa yaitu Allah, syimbol ini di pakai umat islam dengan memasang di tempat ibadahnya yang di sebut Masjid, ada lafadz allah berarti ada umat islam ( Ada asap berarti ada api)
Menurut sejarah Kubah Masjid itu termasuk "Islam Peradaban". Itu adalah salah satu hasil akulturasi masyarakat Muslim (dengan nilai-nilai Islam yang mereka anut) dengan budaya lain. Pada masa Rasulullah saw. kubah belum dikenal. Mesjid-mesjid dibangun tanpa kubah. Tradisi penggunaan Bangunan Kubah Masjid baru dikenal setelah masa Umar bin Khattab ra. yang membangun qubbat ash-shakhrah (Kubah Batu) di Palestina. Budaya membangun Kubah Masjid kemudian menemukan momentum untuk berkembang dan meluas ke seluruh belahan dunia Islam ketika Turki Usmani berkuasa dan menjadi imperium besar.;
Mithos Kubah Masjid Kesepuhan Cirebon
Masjid Agung Sang Cipta Rasa terletak di sebelah utara Keraton Kasepuhan. Masjid ini terdiri dari dua ruangan, yaitu beranda dan ruangan utama. Untuk menuju ruangan utama, terdapat sembilan pintu, yang melambangkan Wali Songo. Masyarakat Cirebon tempo dulu terdiri dari berbagai etnik. Hal ini dapat dilihat pada arsitektur Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang memadukan gaya Demak, Majapahit, dan Cirebon.


Kekhasan masjid ini terletak pada atapnya yang tidak memiliki memolo berupa kubah, sebagaimana yang lazim ditemui pada atap masjid-masjid di Pulau Jawa. Konon, dahulunya masjid ini berkubah. Namun, saat azan pitu (tujuh) shalat Subuh digelar untuk mengusir Aji Menjangan Wulung, kubah tersebut pindah ke Masjid Agung Banten yang sampai sekarang masih memiliki dua kubah. Karena cerita tersebut, sampai sekarang setiap shalat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa digelar Azan Pitu. Yakni, azan yang dilakukan secara bersamaan oleh tujuh orang muazin berseragam serba putih.

Pada bagian mihrab masjid, terdapat ukiran berbentuk bunga teratai yang dibuat oleh Sunan Kalijaga. Selain itu, di bagian mihrab juga terdapat tiga buah ubin bertanda khusus yang melambangkan tiga ajaran pokok agama, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Konon, ubin tersebut dipasang oleh Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga pada awal berdirinya masjid.

Di beranda samping kanan (utara) masjid, terdapat sumur zam-zam atau Banyu Cis Sang Cipta Rasa yang ramai dikunjungi orang, terutama pada bulan Ramadhan. Selain diyakini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit, sumur yang terdiri dari dua kolam ini juga dapat digunakan untuk menguji kejujuran seseorang.

5.      Tambahan

6.      Bentuk Fisik Naskah
-          Asli manuskrip yang ada di PNRI sampul nya Berwarna Coklat kekayuan.
-          Menggunakan Kertas Eropa
-          Kertas Tipis
-          Tulisan Tembus atas dan bawah
-          Wattermax berbentuk Garis Rata-rata Tujuh garis di setiap lembar nya.
-          Wattermax titik=titik tidak ada

7.      Identitas Naskah
-          Nomer Punggung W 307
-          Bahasa Jawa
-          Bertulisan Pegon
-          34 Halaman